Lebih Dari Sekadar Irit: Bagaimana BYD Mendorong Elektrifikasi Lewat Dual Mode Technology?

SLUK BLUK OTO - PT BYD Motor Indonesia menyelenggarakan acara Media Tech Auto Talk dalam rangkaian GIIAS 2026 untuk memperluas pemahaman publik mengenai perkembangan kendaraan energi baru.

Dalam forum edukasi tersebut, BYD memperkenalkan Dual Mode Technology yang mengusung filosofi electric-first.

Teknologi ini mengintegrasikan motor listrik dan mesin pembakaran secara cerdas, di mana motor listrik berfungsi sebagai penggerak utama sementara mesin hybrid bekerja menghasilkan listrik atau memberi tenaga tambahan ke roda.

Pendekatan tersebut menghadirkan pengalaman berkendara yang responsif, halus, senyap, serta hemat energi, yang terangkum dalam karakter Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit (GASS).


Telah Berevolusi Hingga Generasi Kelima

Sejak dirilis pertama kali pada 2008, teknologi Dual Mode telah berevolusi hingga generasi kelima, yaitu DM 5.0. Penerapan perdana teknologi ini di Indonesia diwujudkan melalui BYD M6 DM yang sukses meraih lebih dari 4.000 pemesanan.

BYD membagi Dual Mode Technology ke dalam tiga pendekatan utama untuk menjawab beragam kebutuhan mobilitas masyarakat.

Platform pertama adalah DM-i (Dual Mode Intelligent) yang berfokus pada efisiensi harian melalui penggabungan mesin hybrid 1.5L, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery.

Mesin DM-i memiliki efisiensi termal mencapai 46,06% dan mampu mengonsumsi bahan bakar RON 92, dengan potensi efisiensi BBM BYD M6 DM hingga 65 km/L berdasarkan simulasi internal.

Platform kedua adalah DM-p (Dual Mode Powerful) yang mengedepankan performa tinggi dengan sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD), motor listrik tambahan di bagian belakang, serta mesin 1.5L Turbo berdaya 115 kW dan torsi 225 Nm.

Platform ketiga adalah DMO (Dual Mode Off-road) yang dirancang untuk medan berat seperti pada model DENZA B5 dan DENZA B8. DMO menggunakan arsitektur Cell-to-Chassis, Front Longitudinal EHS, serta beragam Terrain Modes untuk stabilitas dan ketangguhan jelajah.


Berikan Efek Operasional Hingga 60 Persen

Selain unggul dalam performa dan fleksibilitas, teknologi ini memberikan manfaat nyata berupa efisiensi biaya operasional hingga 60% dibanding kendaraan konvensional bermesin 1.500 cc, bahkan mencapai 66% berdasarkan hasil pengujian media nasional.

Biaya perawatan berkala juga dapat dihemat hingga 30% dalam tiga tahun pertama penggunaan.

Luther Panjaitan dari PT BYD Motor Indonesia menegaskan bahwa inovasi harus berjalan beriringan dengan edukasi.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, BYD berkomitmen memperluas literasi elektrifikasi guna mendukung solusi mobilitas masa depan yang efisien dan ramah lingkungan.

  

Lebih baru Lebih lama