Chevrolet Resmi Pamit dari Pasar Tiongkok Setelah 21 Tahun, Alihkan Fokus ke Ekspor Global

 

SLUK BLUK OTO - Merek otomotif ternama asal Amerika Serikat, Chevrolet, secara resmi menghentikan penjualan mobil baru di pasar Tiongkok setelah berkiprah selama hampir 21 tahun.

Keputusan strategis dari General Motors (GM) ini mengakhiri perjalanan operasi ritel merek berlogo pita emas tersebut di Tiongkok, tempat di mana mereka telah mengumpulkan lebih dari 7,5 juta pemilik kendaraan sejak resmi hadir pada tahun 2005.

Langkah besar ini diambil menyusul penurunan volume penjualan yang sangat drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Pada masa kejayaannya di tahun 2014, Chevrolet berhasil mencatatkan rekor penjualan tahunan tertinggi yang mencapai lebih dari 767.000 unit, terutama didorong oleh kepopuleran model sedannya seperti Chevrolet Cruze.

Namun, dominasi tersebut perlahan meredup akibat pesatnya pertumbuhan merek lokal Tiongkok, penetrasi kendaraan energi baru (NEV) yang sangat agresif, serta penerapan mesin tiga silinder yang kurang diminati oleh konsumen setempat.

Dampaknya, pada tahun 2025 penjualan tahunan Chevrolet merosot tajam hingga berada di bawah angka 9.000 unit.

Kendati menghentikan penjualan kendaraan baru di dalam negeri Tiongkok, GM menegaskan bahwa fasilitas manufaktur Chevrolet di negara tersebut tidak akan ditutup.

Sebaliknya, GM mengalihkan fokus strategis fasilitas produksi di Tiongkok menjadi basis ekspor global untuk memenuhi permintaan pasar internasional di luar Amerika Serikat.

Wilayah tujuan ekspor tersebut mencakup kawasan Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, hingga Asia-Pasifik. Berdasarkan data dari Asosiasi

Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA), ekspor kendaraan Chevrolet dari Tiongkok telah mencapai 6.930 unit pada paruh pertama tahun ini, mencatatkan peningkatan sebesar 6,9 persen secara tahunan.

Transformasi bisnis ini sejalan dengan komitmen jangka panjang antara GM dan SAIC Motor yang baru saja menandatangani pembaruan perjanjian strategis untuk memperpanjang kerja sama usaha patungan SAIC-GM selama 20 tahun ke depan hingga 2047.

Dalam kesepakatan tersebut, kemitraan ini berencana meluncurkan setidaknya 30 model kendaraan energi baru (NEV) pada tahun 2030, dengan prioritas utama pada pengembangan elektrifikasi untuk merek Buick dan Cadillac.

John Roth selaku Presiden GM China menegaskan bahwa kapabilitas lokal Tiongkok dalam hal rekayasa teknis dan manufaktur akan dimanfaatkan secara optimal untuk pasar global.

Di sisi lain, GM menjamin bahwa seluruh pengguna Chevrolet di Tiongkok akan tetap mendapatkan layanan purna jual, pasokan suku cadang, serta perawatan kendaraan secara berkesinambungan melalui jaringan diler yang terus beroperasi.

 

Lebih baru Lebih lama