SLUK BLUK OTO - Morris Garage resmi meluncurkan MG
Hector Tomahawk di pasar India sebagai SUV tiga baris yang ditawarkan dalam
pilihan mesin listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV).
Kendaraan ini merupakan hasil
rebadge dari Wuling Starlight 560 yang dikenal sebagai Wuling Eksion di
Indonesia. Meski menggunakan nama Hector, model ini tidak berbagi basis maupun
komponen dengan MG Hector konvensional.
Secara desain, MG Hector Tomahawk
sangat identik dengan Wuling Eksion. Perubahan utama berada di bagian wajah,
seperti desain gril dan bumper depan. Versi PHEV menampilkan bagian depan
sewarna bodi, lubang udara pendingin lebih besar, aksen hitam, serta pelindung
bawah bergaya aluminium.
Sementara itu, versi EV tampil lebih
sederhana dengan desain depan yang cenderung kotak. SUV keluarga ini memiliki
panjang 4.745 mm, jarak sumbu roda 2.810 mm, serta ground clearance 230 mm.
Sektor kabin menawarkan konfigurasi
dua baris (lima penumpang) atau tiga baris. Pada konfigurasi lima penumpang,
daya tampung bagasi mencapai 610 liter, sedangkan saat kursi baris ketiga
ditegakkan, kapasitas bagasi tersisa 192 liter.
Beragam fitur modern disematkan
untuk memanjakan penggunanya, termasuk layar infotainment 15,6 inci, panel
instrumen digital 8,8 inci, kontrol gestur layar sentuh, panoramic sunroof dua
panel, ambient lighting 256 warna, hingga sistem audio 10 speaker.
Keunggulan menarik lainnya adalah
kehadiran asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dilengkapi mode karaoke
berisi lebih dari 8.000 lagu dari berbagai genre.
Untuk varian listrik murni, MG
Hector Tomahawk EV didukung satu motor listrik penggerak roda depan yang
menghasilkan tenaga sebesar 201 hp. Kinerjanya disokong oleh baterai
berkapasitas 69,2 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 500 kilometer
dalam satu kali pengisian daya penuh.
Kehadiran SUV ini semakin memperkaya
pilihan kendaraan ramah lingkungan yang mengombinasikan kepraktisan kabin
lapang dengan fitur hiburan modern.
