Merek Otomotif Seat Terancam Tinggal Kenangan Imbas Efisiensi VW Group

 

SLUK BLUK OTO - Langkah efisiensi besar-besaran yang sedang dijalankan oleh Volkswagen Group dilaporkan bakal mengorbankan salah satu merek otomotif bersejarah asal Spanyol, Seat.

Berdasarkan dokumen internal rahasia yang bocor menjelang rapat dewan pengawas VW, raksasa otomotif Jerman tersebut berencana menghentikan merek Seat secara bertahap paling lambat pada akhir tahun 2029.

Sebagai gantinya, Volkswagen memilih untuk mengalihkan seluruh fokus, sumber daya, serta infrastruktur produksi ke merek Cupra yang dinilai jauh lebih menguntungkan dan berkembang pesat.

Keputusan pahit ini diambil di tengah upaya Volkswagen dalam merestrukturisasi operasional globalnya guna menekan biaya, mengurangi kapasitas produksi dari 12 juta menjadi 9 juta kendaraan per tahun, serta menghadapi ketatnya persaingan mobil listrik dan melemahnya penjualan di pasar Tiongkok.

Dalam rencana jangka panjang tersebut, Seat secara bertahap akan dihapus agar tidak lagi mengikat sumber daya tambahan.

Kendati demikian, Volkswagen memastikan bahwa dukungan teknis, layanan purna jual, serta pemenuhan kewajiban terhadap konsumen Seat yang ada saat ini akan tetap berjalan hingga masa transisi selesai.

Operasi penjualan, fasilitas manufaktur, hingga lini produk Seat yang memungkinkan nantinya diintegrasikan ke dalam payung merek Cupra.

Statistik penjualan menjadi alasan utama di balik pergeseran strategi ini. Meskipun kombinasi penjualan Seat dan Cupra sempat mencatatkan rekor total 586.300 unit pada tahun 2025, kontribusi kedua merek bergerak ke arah yang bertolak belakang.

Pengiriman mobil Seat tercatat merosot hingga 17 persen, sementara Cupra justru melonjak pesat sebesar 33 persen. Tren ini membuat manajemen VW memproyeksikan Cupra sebagai motor penggerak utama yang ditargetkan mampu menjual 500.000 hingga 600.000 kendaraan setiap tahunnya.

Terlebih lagi, ketika merek-merek lain di bawah naungan VW Group berlomba meluncurkan kendaraan listrik, Seat terbilang tertinggal karena belum memiliki lini produk mobil listrik berbasis baterai.

Meskipun Seat sempat memperkenalkan penyegaran untuk model Ibiza dan Arona pada awal tahun, dokumen internal yang beredar menunjukkan nasib yang berbeda bagi merek yang didirikan sejak tahun 1950 tersebut.

Pihak manajemen Seat Cupra merespons laporan ini dengan menyatakan bahwa industri otomotif secara keseluruhan memang sedang mengalami transformasi mendasar menuju elektrifikasi yang berdampak signifikan pada efisiensi bisnis.

Walaupun belum ada keputusan resmi yang diumumkan secara terbuka kepada publik, dokumen rahasia ini memberi sinyal kuat bahwa perjalanan panjang 76 tahun merek Seat di industri otomotif dunia kini telah memasuki babak akhir.

 

Lebih baru Lebih lama