SLUK BLUK OTO - Langkah besar diambil oleh produsen
kendaraan energi baru global, BYD, dengan meresmikan fasilitas manufaktur
pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan,
Jawa Barat.
Kehadiran pabrik ini menandai
transisi penting BYD, dari sekadar penyedia kendaraan bagi konsumen menjadi
mitra manufaktur yang terlibat mendalam dalam ekosistem industri nasional.
Pemerintah menyambut baik investasi
ini karena dinilai tidak hanya memperluas pasar kendaraan listrik, tetapi juga
memperkuat struktur produksi dalam negeri. Dalam skema penguatan industri ini,
pemerintah berencana menyusun insentif berbasis peningkatan Tingkat Komponen
Dalam Negeri (TKDN), di mana BYD sendiri membidik porsi TKDN mencapai 60% pada
Januari 2027.
Mampu Produksi 150 Ribu Unit Pertahunnya
Pembangunan fasilitas manufaktur
seluas 126 hektare ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja dalam skala besar.
Dari saat ini yang melibatkan lebih dari 5.000 pekerja lokal, jumlahnya
ditargetkan melonjak hingga melampaui 20.000 orang ketika pabrik beroperasi
pada kapasitas penuh yaitu 150.000 unit per tahun.
Selain penyerapan tenaga kerja,
proyek ini menggandeng lebih dari 200 mitra rantai pasok lokal. Fasilitas
Subang ini juga terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup manufaktur kendaraan,
teknologi baterai, hingga pusat suku cadang dan logistik.
Dilengkapi Teknologi Otomatisasi Cerdas
Fasilitas produksi di Subang
dirancang menjadi salah satu pabrik paling modern di Indonesia (The Most
Advanced Factory in Indonesia) yang menerapkan sistem produksi cerdas
terintegrasi serta otomatisasi tinggi.
Proses manufaktur di dalam pabrik
mencakup tiga tahapan utama, yakni Welding yang mengadopsi sistem
produksi fleksibel multi-model berbasis robotik, Painting dengan
pengawasan kualitas terintegrasi, dan Final Assembly untuk perakitan
akhir serta pengujian menyeluruh.
Investasi manufaktur lokal ini
didorong oleh pertumbuhan pesat adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia, di
mana pangsa pasar NEV melonjak signifikan dari 1% pada 2022 menjadi 23% pada
Juli 2026.
Sejak masuk ke pasar tanah air pada
Januari 2024, BYD berhasil memimpin pasar dengan mencatatkan penjualan sebanyak
32.800 unit pada periode Januari hingga Juli 2026 serta menguasai pangsa pasar
sekitar 35%.
Melalui peresmian pabrik ke-13
secara global ini, BYD mempertegas komitmennya dalam mengusung semangat "in
Indonesia-for Indonesia" guna mendukung transisi energi hijau secara
berkelanjutan.

.jpg)
.jpg)