SLUK BLUK OTO - BYD Racco yang semula dikembangkan khusus
sebagai kei car listrik untuk pasar Jepang kini siap melebarkan sayapnya
ke luar Negeri Sakura.
Pabrikan kendaraan listrik asal Tiongkok
tersebut mulai membidik sejumlah negara yang menerapkan sistem kemudi setir
kanan sebagai sasaran ekspansi berikutnya. Langkah awal ekspansi global ini
ditandai dengan dibukanya pemesanan BYD Racco di Macau, serta jadwal peluncuran
resminya di Sri Lanka.
Sementara itu, indikasi kehadiran mobil listrik
mungil ini di Indonesia juga makin menguat setelah BYD Indonesia memamerkan
visual Racco melalui akun media sosial resminya.
Pihak BYD Indonesia mengonfirmasi bahwa saat
ini mereka sedang dalam tahap mempelajari dan mengidentifikasi potensi pasar
Tanah Air untuk melihat respons serta masukan dari calon konsumen secara
langsung.
Perjalanan BYD Racco di pasar domestik Jepang
sendiri mencatatkan performa penjualan yang sangat impresif sejak dipasarkan
secara resmi. Hanya dalam rentang waktu dua pekan setelah peluncurannya,
kendaraan ramah lingkungan ini berhasil mengumpulkan lebih dari seribu unit
pemesanan.
Keberhasilan awal yang memikat tersebut
mendorong BYD untuk memasang target penjualan yang tergolong ambisius, yakni
mengamankan hingga sepuluh ribu unit pemesanan hingga penghujung tahun.
Racco dirancang dengan proporsi bodi khas kei
car yang ringkas, memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi
1.800 mm, serta jarak sumbu roda sepanjang 2.520 mm.
Meskipun hadir dengan dimensi luar yang kompak
untuk membelah kepadatan lalu lintas perkotaan, kabin kendaraan ini tetap mampu
menampung empat orang penumpang dewasa dan menyediakan ruang bagasi
berkapasitas 280 liter.
Sektor dapur pacu BYD Racco dibekali dengan
pilihan baterai bertipe LFP yang menawarkan kapasitas sebesar 22,4 kWh serta
varian baterai yang lebih besar yakni 35,84 kWh.
Kombinasi tersebut dipadukan dengan motor
listrik yang sanggup menghembuskan tenaga maksimum hingga 47 kW atau setara 63
horsepower dan torsi puncak mencapai 160 Nm.
Berkat konfigurasi ini, BYD Racco diklaim
sanggup menempuh jarak jelajah antara 210 kilometer hingga 320 kilometer dalam
sekali pengisian daya penuh, bergantung pada varian kapasitas baterai yang
dipilih penggunanya.
Untuk efisiensi pengisian ulang daya, varian
terendah mendukung pengisian cepat DC charging hingga 35,8 kW dengan
soket CHAdeMO, sedangkan varian baterai teratas mampu menerima daya pengisian
cepat yang lebih tinggi mencapai 49,7 kW.
Keputusan BYD memboyong Racco ke negara-negara
setir kanan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar
kendaraan listrik mungil berkualitas di tingkat global.
