Citroen 2CV Bangkit Kembali dalam Bentuk EV Berdesain Retro


SLUK BLUK OTO – Citroën resmi menghidupkan kembali salah satu model paling ikonik dalam sejarah otomotif melalui keikutsertaannya di Paris Motor Show 2026.

Produsen mobil asal Prancis tersebut memperkenalkan 2 CV Concept, sebuah kendaraan konsep listrik bergaya retro yang menjadi penghormatan modern untuk Citroën 2CV legendaris.

Langkah membawa kembali nama besar ini diambil Citroën guna bersaing secara kompetitif dengan gempuran mobil listrik murah asal Tiongkok yang semakin menguasai pasar otomotif Eropa, menyusul langkah pabrikan lain yang sudah lebih dulu menghidupkan kembali model-model klasik bernuansa nostalgia.

Mobil konsep hatchback listrik empat pintu ini tampil sangat berani dengan mengusung filosofi desain masa lalu secara menyeluruh.

Berbagai ciri khas 2CV klasik dipertahankan dengan sangat detail, mulai dari kap mesin bergaris yang melengkung turun, lampu utama berbentuk mata serangga yang terpasang menonjol di atas fender terpisah, hingga atap kain yang dapat digulung ke belakang.

Meski begitu, versi konsep ini mendapat penyegaran berupa proporsi bodi yang lebih berotot, jarak pijak roda yang lebih lebar, serta pelek berukuran 19 inci yang memberikan kesan jauh lebih gagah dibandingkan model aslinya.

Dengan panjang sekitar 3,76 meter, ukurannya sedikit lebih pendek dari versi orisinal sehingga sangat lincah untuk bermanuver di area perkotaan.

Bagian kabin mobil dirancang dengan pendekatan minimalis namun tetap fungsional dan unik. Citroën menyematkan kursi model bangku yang dapat dilepas untuk keperluan piknik, tempat penyimpanan portable berbentuk keranjang di lantai kabin, serta tempat penyimpanan telur terintegrasi pada bagian dalam pintu.

Fitur unik wadah telur ini merupakan bentuk apresiasi terhadap filosofi desain awal tahun 1930-an, di mana 2CV dirancang agar mampu membawa sekeranjang telur melintasi ladang bergelombang tanpa ada satu pun yang pecah.

Sentuhan klasik lainnya terlihat pada roda kemudi berpalang tunggal dan tuas transmisi yang muncul dari bawah dasbor, meskipun kini telah terhubung ke sistem penggerak listrik modern.

Citroën mengonfirmasi bahwa versi produksi dari kendaraan listrik ini dijadwalkan meluncur secara global di Paris Motor Show pada tahun 2028. Strategi efisiensi dimensi dan kesederhanaan desain ditargetkan mampu menekan harga jual resminya hingga berada di kisaran 15.000 Euro (sekitar Rp300 jutaan)

Keputusan ini menjadi angin segar bagi para pecinta otomotif yang merindukan kepraktisan serta keunikan desain ikonik masa lalu dalam wujud kendaraan masa depan yang ramah lingkungan dan terjangkau.

 

Lebih baru Lebih lama