SLUK BLUK OTO - Mazda kini semakin bersiap untuk memperluas
jajaran kendaraan listriknya dengan memanfaatkan kemitraan strategis yang telah
terjalin lama bersama pabrikan asal Tiongkok, Changan Automotive.
Setelah sempat tertinggal dari para pesaingnya
dan hanya mengandalkan model seperti MX-30 yang kurang sukses di pasaran,
produsen otomotif asal Jepang ini mengambil langkah cepat untuk memotong biaya
pengembangan sekaligus mempercepat kehadiran mobil listrik terbaru mereka di
pasar global.
Strategi ini diwujudkan melalui peluncuran
sedan Mazda 6e atau EZ-6 serta SUV listrik CX-6e atau EZ-60 di beberapa wilayah
pertumbuhannya.
Dilansir dari Carscoops, kedua model listrik anyar tersebut dikembangkan
dengan memanfaatkan basis platform milik Changan, yakni merek Deepal. Sedan
Mazda 6e dibangun di atas arsitektur Deepal L07, sedangkan model SUV CX-6e
menggunakan basis Deepal S07.
Kendati demikian, Mazda tidak sekadar melakukan
pergantian logo semata. Tim insinyur Mazda dari Jepang dan Eropa turut
dilibatkan secara mendalam untuk menyempurnakan kualitas berkendara, desain
khas, serta karakter khas Mazda.
Langkah kolaboratif ini terbukti menjadi solusi
praktis dan efisien bagi Mazda untuk menghadirkan mobil listrik berkualitas
tinggi dalam waktu yang relatif lebih singkat.
Momentum kehadiran lini kendaraan listrik baru
Mazda ini terbilang sangat tepat. Lonjakan harga bahan bakar minyak akibat
konflik geopolitik di wilayah Timur Tengah telah merangsang lonjakan permintaan
konsumen terhadap kendaraan bertenaga listrik.
Menurut Direktur Pengelola Mazda Australia,
Vinesh Bhindi, perubahan harga bahan bakar dan isu pasokan minyak telah
mendorong konsumen untuk mulai menerima mobil listrik sebagai opsi kendaraan
yang realistis untuk gaya hidup sehari-hari.
Berdasarkan respons positif pasar, Mazda kini
tengah menjajaki diskusi lebih lanjut bersama Changan untuk memanfaatkan
berbagai peluang kerja sama baru di masa mendatang.
Salah satu potensi pengembangan model
berikutnya adalah SUV listrik dengan ukuran yang lebih ringkas dan harga yang
lebih terjangkau. Model baru tersebut diyakini dapat mengadopsi basis dari
Deepal S05, sebuah kendaraan listrik dari Changan yang menggunakan platform
EPA1 dan sudah dipasarkan di Tiongkok selama dua tahun terakhir.
Jika kolaborasi ini berlanjut, Mazda dapat
dengan mudah mengadaptasi platform tersebut menjadi kendaraan listrik yang
sesuai dengan standar merek mereka.
Hubungan kerja sama selama 20 tahun antara
Mazda dan Changan Automotive di Nanjing ini terbukti menjadi fondasi kokoh bagi
Mazda untuk terus memperkuat daya saing serta memperbesar pangsa pasar
kendaraan listrik secara global.
