SLUK BLUK OTO - Chery QQ memegang posisi unik dalam
sejarah otomotif Indonesia sebagai salah satu mobil berukuran ringkas pertama
asal Tiongkok yang pernah menghiasi jalanan Tanah Air.
Ketika pertama kali diperkenalkan,
city car ini menarik perhatian publik lewat tampilannya yang sangat imut, serba
membulat, dan memancarkan kesan ramah.
Desain Imut yang Didominasi Bentuk Membulat
Tampilan luar Chery QQ langsung
mencuri perhatian siapa saja yang melihatnya. Bentuk bodinya yang membulat
dipadukan dengan lampu depan bulat sempurna dan gril melengkung, memberikan
impresi wajah yang selalu tersenyum.
Dimensinya yang amat ringkas
membuatnya sangat lincah menyelip di kemacetan kota besar serta mudah saat
mencari ruang parkir yang sempit.
Desain ini tidak lepas dari
kontroversi pada masa rilisnya. Kemiripan bentuknya dengan Daewoo Matiz atau
Chevrolet Spark sempat memicu isu hak cipta secara global.
Namun bagi konsumen Indonesia saat
itu, faktor estetika yang menggemaskan dan harga miring jauh lebih menarik
perhatian dibandingkan perselisihan hak cipta antar pabrikan.
Kabin Sederhana dengan Fitur Melimpah di Zamannya
Masuk ke dalam kabin, Chery QQ
menyajikan kombinasi antara kesederhanaan dan kepraktisan. Material plastik
keras mendominasi bagian dasbor dan panel pintu, sesuatu yang wajar untuk mobil
di kelas entry-level.
Posisi duduknya terbilang cukup
tinggi dengan visibilitas ke luar yang sangat baik. Ruang kabin bagian depan
terasa lumayan lapang untuk ukuran mobil sekelasnya, meskipun penumpang baris
kedua harus sedikit mengalah dalam hal ruang kaki.
Hal yang menjadi nilai jual utama
Chery QQ pada masanya adalah kelengkapan fiturnya. Saat mobil Jepang di rentang
harga serupa masih menggunakan manual window dan sistem audio seadanya,
Chery QQ sudah dibekali power
window di keempat pintu, power steering, pendingin udara (AC),
hingga sistem audio yang terbilang modern di zamannya.
Performa Mesin Cukup untuk Perjalanan Kota
Di balik kap mesinnya, Chery QQ di
Indonesia umumnya dibekali mesin bensin berkapasitas kecil, mulai dari opsi 800
cc hingga 1.100 cc empat silinder.
Tenaga yang dihasilkan memang
tergolong pas-pasan, namun sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan komuter
harian di dalam kota yang stop-and-go.
Karakter suspensinya terbilang cukup
lembut untuk meredam jalanan perkotaan yang tidak rata, meski konsekuensinya
adalah gejala body roll yang cukup terasa saat bermanuver di kecepatan
tinggi.
Pengendaliannya tergolong ringan
berkat bantuan power steering, menjadikannya mobil yang sangat ramah
untuk pengemudi pemula.
Jadi Saksi Eksistensi Chery di Indonesia Sebelum jadi Merek Tiongkok Sukses
Kiprah awal Chery QQ di Indonesia
dimulai pada September 2006 ketika merek Chery resmi menginjakkan kaki di pasar
nasional melalui kerja sama dengan Indomobil Group.
Lewat perusahaan patungan PT Unicor
Prima Motor, Chery QQ dihadirkan sebagai senjata utama untuk menggebrak ceruk city
car murah yang saat itu mulai naik daun.
Kehadiran Chery QQ langsung menyedot
perhatian karena dibanderol jauh lebih terjangkau dibandingkan para kompetitor
sekelasnya asal Jepang maupun Korea Selatan.
Penjualannya sempat mencatatkan
angka yang memuaskan pada awal kemunculannya, menjadikan sosok QQ sebagai
simbol keterjangkauan mobil Tiongkok di benak masyarakat.
Namun, perjalanan generasi pertama
ini tidak bertahan lama lantaran diterpa berbagai tantangan fundamental. Isu
daya tahan komponen, keterbatasan jaringan purna jual, hingga pasokan suku
cadang menjadi hambatan utama yang mengikis kepercayaan konsumen.
Selain itu, strategi kemitraan
distributor lokal kala itu kurang fokus dalam membangun ekosistem merek secara
berkelanjutan.
Memasuki periode 2011 hingga 2013,
aktivitas perakitan dan pemasaran Chery di Indonesia perlahan menyusut hingga
akhirnya pabrikan ini mundur dari pasar otomotif Tanah Air.
Sosok Chery QQ pun berganti status
menjadi kenangan nostalgia yang kerap diidentikkan dengan era awal masuknya
mobil Tiongkok di Indonesia.


.jpg)
.jpg)
