VW Group Berencana Pangkas Lineup dan Puluhan Ribu Pekerja demi Efisiensi

 

SLUK BLUK OTO - Dewan Pengawas Volkswagen Group telah secara bulat menyetujui program transformasi paling mendalam dalam sejarah perusahaan, yang dinamakan Future Plan 2030.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tekanan ekonomi serta efisiensi operasional pabrikan otomotif asal Jerman tersebut.

Melalui rencana baru ini, Volkswagen mengonfirmasi akan melakukan pemangkasan besar-besaran, termasuk menghapus sekitar setengah dari lini produk kendaraan yang ada saat ini pada tahun 2035.

Dilansir dari Carscoops, rencana ini difokuskan untuk memprioritaskan model-model unggulan yang dinilai paling menguntungkan serta memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Selain menyederhanakan portofolio produk, Volkswagen berencana mengurangi kerumitan varian kendaraan hingga 75 persen.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan volume produksi per model, menekan biaya operasional, serta memperkuat efisiensi skala ekonomi.

Perusahaan juga melakukan penyesuaian sistematis pada platform kendaraan, arsitektur elektronik, sistem bantuan pengemudi, hingga perangkat lunak agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar di belahan bumi Barat maupun Timur.

Di wilayah Amerika Utara, fokus akan dialihkan ke segmen yang paling menguntungkan, yang berpotensi mengakhiri masa depan beberapa model sedan seperti Jetta.

Dampak dari efisiensi ini juga menyasar sektor manufaktur dan tenaga kerja. Volkswagen menyatakan adanya kelebihan kapasitas produksi di Eropa hingga lebih dari 500.000 unit.

Akibatnya, alokasi produksi di empat pabrik utama, yaitu Emden, Zwickau, Hanover, dan Neckarsulm, tidak dapat dijamin secara pasti untuk periode 2031 hingga 2034, sehingga opsi penggunaan alternatif untuk fasilitas tersebut sedang dikaji.

Pabrik-pabrik tersebut saat ini memproduksi berbagai model dari brand Audi, Cupra, dan seri ID milik Volkswagen. Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan berencana merumahkan sekitar 50.000 karyawan, termasuk di jajaran manajemen, demi menyesuaikan kapasitas tenaga kerja dengan realitas ekonomi saat ini.

Tidak hanya sektor manufaktur dan kendaraan, Volkswagen Group juga mengevaluasi aset serta portofolio bisnisnya. Sekitar sepertiga dari aktivitas non-strategis perusahaan akan dilepas atau ditata ulang untuk memastikan fokus penuh pada bisnis inti. 

CEO Volkswagen Group, Oliver Blume, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan sinyal kuat bagi masa depan perusahaan agar merek-merek di bawah naungannya menjadi lebih kuat, lincah, dan kompetitif. 

Meski menghadapi pemangkasan kapasitas yang signifikan, perusahaan tetap menargetkan penjualan tahunan sebanyak sembilan juta unit secara global dan berkomitmen menginvestasikan dana besar dalam beberapa tahun ke depan untuk memperkuat posisi mereka di industri otomotif dunia.

 

Lebih baru Lebih lama