Hubungan Bugatti dan VW Group Resmi Berakhir setelah Saham Bugatti Rimac dilepas Porsche

SLUK BLUK OTO – Sebuah era penting dalam sejarah industri otomotif dunia resmi berakhir setelah Porsche mengumumkan penuntasan penjualan seluruh kepemilikan sahamnya di Bugatti Rimac serta Rimac Group.

Langkah strategis ini secara otomatis memutus total ikatan kepemilikan antara Volkswagen Group dan produsen hypercar legendaris asal Prancis, Bugatti, yang telah terjalin sangat erat selama hampir tiga dekade.

Perjalanan panjang tersebut bermula pada tahun 1998 saat Volkswagen Group di bawah arahan CEO Ferdinand Piëch mengakuisisi hak merek Bugatti, hingga akhirnya sukses melahirkan deretan kendaraan ikonis berkinerja tinggi seperti Bugatti Veyron dan Chiron yang mencatatkan pencapaian operasional serta finansial yang luar biasa secara global.

Seluruh porsi saham milik Porsche kini resmi diambil alih oleh sebuah konsorsium investasi internasional yang dipimpin oleh HOF Capital. Nilai kesepakatan dari transaksi berskala besar ini diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar Euro atau setara dengan Rp18,3 triliun.

Transaksi ini mencakup pelepasan seluruh 45 persen saham Porsche di perusahaan patungan Bugatti Rimac serta 21 persen kepemilikan saham mereka di Rimac Group. Dari total dana segar yang didapatkan dari penjualan ini,

Porsche berencana mengalokasikan sekitar 250 juta Euro untuk membiayai kewajiban dana pensiun perusahaan sekaligus memperkuat margin arus kas bersih internal.

Hubungan kerja sama tersebut sebelumnya juga memberikan dampak teknis yang sangat positif bagi Porsche, salah satunya melalui integrasi teknologi baterai buatan Rimac pada pengembangan model Porsche 911 GTS T-Hybrid.

Perubahan struktur kepemilikan ini turut mendorong terjadinya restrukturisasi yang cukup signifikan pada jajaran manajemen puncak di tubuh perusahaan. Pendiri Rimac, Mate Rimac, kini dipercaya memegang kendali penuh sebagai Presiden Bugatti Automobiles menggantikan Christophe Piochon yang mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus dari posisi Chief Operating Officer Bugatti Rimac.

Selain perubahan pada pucuk pimpinan tersebut, Marko Brkljačić yang sebelumnya menjabat sebagai COO di Rimac Technology ditunjuk untuk mengisi posisi COO Bugatti Rimac.

Sementara itu, Hendrik Malinowski yang sebelumnya menjabat sebagai Managing Director Bugatti Automobiles kini mengemban amanat baru sebagai Chief Commercial Officer di dalam struktur manajemen perusahaan yang baru tersebut.

Momentum kepemimpinan baru ini diiringi oleh langkah Bugatti dalam melangkah ke era modernisasi kendaraan melalui peluncuran Bugatti Tourbillon.

Model tersebut merupakan hypercar plug-in hybrid pertama yang dirancang langsung di bawah naungan Bugatti Rimac, menandai awal transisi elektrifikasi bagi pabrikan tersebut tanpa mengorbankan karakteristik performa tingginya.

Keputusan Mate Rimac untuk mengadopsi teknologi hibrida alih-alih kendaraan listrik murni membuktikan strategi visi jangka panjang 10 tahun yang ia canangkan demi mempertahankan nilai eksklusivitas Bugatti.

Transisi besar ini kian diperkuat dengan mulai beroperasinya fasilitas manufaktur baru La Manufacture di Molsheim yang secara khusus menjadi pusat perakitan Tourbillon sekaligus simbol keberlanjutan masa depan brand supercar mewah tersebut di industri global.

 


Lebih baru Lebih lama